MOU ANTARA BPS DAN PERHEPI
Memorandum of Understanding antara BPS dan Perhepi yang diselenggarakan di Auditorium I Badan Litbang Pertanian, Bogor, pada 24 Juli 2012.
Evaluasi Awal Sensus Pertanian 2013
Bulan Mei, bulan pendataan Sensus Pertanian 2013 (ST2013) telah terlewati. Meski demikian, verifikasi lapangan masih terus berjalan di beberapa wilayah. Kepala BPS, Suryamin, dalam sambutannya pada Rapat Evaluasi Awal kegiatan pelaksanaan ST2013 dan Pendampingan ST2013 bersama Kabid Statistik Produksi seluruh Indonesia di Solo 10-12 Juni lalu menekankan perlunya upaya terbaik seluruh organik BPS untuk menjaga kualitas data ST2013. "Saat ini masyarakat sudah kritis, tidak seperti dulu, jadi kita harus bisa mempertanggungjawabkan kegiatan kita yang menghabiskan dana 1,6 trilyun rupiah ini," tandasnya.
ST2013 kini memasuki babak baru, yakni pengolahan. Dokumen clean di lapangan tentu menentukan kecepatan penyelesaian pengolahan yang ditargetkan bulan September 2013 untuk pengolahan hasil pencacahan lengkap. Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik, Dudy Saefudin Sulaiman, mengharapkan adanya efektivitas editing/coding di BPS Kabupaten/Kota. Nantinya pengolahan di pusat lebih difokuskan pada prosedur pengolahan, bukan lagi isian dokumen.
Selain persiapan pengolahan, Deputi Bidang Statistik Produksi, Adi Lumaksono dalam rapat ini juga mengulas tentang fenomena turunnya jumlah ternak sapi dan kerbau. Selisih angka yang cukup besar dengan pembanding data hasil PSPK2011 menjadi pemikiran khusus yang harus bisa dijelaskan kepada publik. Setiap daerah diminta menelusuri penyebab turunnya populasi ternak dan mendokumentasikan kronologis kejadiannya. Jangan sampai publik menilai BPS keliru dalam mengumpulkan data ternak.
Safari ST2013 (Bagian 5): Menyusur Pantai Selatan, dari Garut sampai Mojokerto (2)
Tim safari menuju Kabupaten Kebumen setelah sebelumnya Adi Lumaksono dan Dyan Pramono pamit kembali ke Jakarta untuk mengikuti agenda Kepala BPS dan Kepala Bappenas ke NTB keesokan harinya. Komando tim II diserahkan ke Happy Hardjo.
'Empunya rumah', Sunardi, Kepala BPS Kabupaten Kebumen, bersama tim telah berkumpul di kantor desa Miritpetikusan, Kecamatan Mirit. Wilayah ini terkenal dengan hasil hortikultura berupa pepaya yang dikenal dengan sebutan pepaya calina alias California Indonesia. Di hari ketiga ini tim safari menginap di Yogyakarta. Sesampainya di BPS Provinsi DI Yogyakarta (DIY), telah menunggu Kepala BPS Provinsi DIY, Wien Kusdiatmono, beserta jajarannya dan beberapa kepala BPS kabupaten di DIY. Sharing pengalaman, kendala, dan bagaimana pemecahannya menjadi agenda di malam itu.
Di hari keempat, Kabupaten Sragen yang dikomandoi Laeli Sugiyono, mengantarkan tim safari ke Desa Plumbon, Kecamatan Sambungmacan. Reformasi terjadi di Kecamatan Gondang. Jika kebanyakan kortim maupun petugas berasal dari perangkat desa, di sana kepala desa memberikan kesempatan kepada warganya untuk ikut dalam seleksi sebagai Kortim maupun PCL ST2013. Sebanyak 65% warga dengan latar pendidikan S1 dan D3 ikut dalam seleksi tersebut. Hasilnya, Kecamatan Gondang menjadi kecamatan terbaik dan tercepat di Kabupaten Sragen dalam menyelesaikan ST2013
Padatnya agenda membuat tim safari sampai di perbatasan Jateng - Jatim menjelang sore. 'Serah terima' antar BPS provinsi juga dilakukan di tugu perbatasan. Ibnu Cahyono, Kepala BPS Kabupaten Ngawi menemani kunjungan ke Desa Sine, Kecamatan Sine dan berdiskusi dengan petugas ST2013. Di Jatim tim menginap di Madiun.
Prayogo Setyo Widodo, Kepala BPS Kota Madiun, mengantar tim safari menuju BPS Kabupaten Jombang yang dipimpin Patris Sayogo. Desa Sebani, Kecamatan Sumobito, menjadi tempat pemantauan lapangan. Tanpa disangka tim safari di sana disambut meriah dengan tenda ala hajatan plus orkes dangdut khas Jombang. "Ini inisiatif dari para petugas saja, sekalian refreshing sebelum pendataan selesai," ucap salah seorang pegawai BPS Kabupaten Jombang menjelaskan.
Destinasi terakhir peninjauan lapangan tim II adalah Kabupaten Mojokerto yang dikepalai oleh Mohamad Sarjan. Tim mengunjungi Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo yang potensial perikanan, pertanian, dan kehutanan.
Safari ST2013 (Bagian 4): Menyusur Pantai Selatan, dari Garut sampai Mojokerto (1)
Garut menjadi destinasi pertama Tim II Safari ST2013. Tim yang dikomandoi Adi Lumaksono disertai para kasubdit tim teknis ST2013 yang terdiri dari Umi Hajar, (Kasubdit Statistik Kehutanan), Solimah (Kasubdit Statistik Hortikultura), Kadarmanto (Kasbudit Statistik Tanaman Pangan), dan Sarpono (Kasubdit Pengembangan Standardisasi dan Klasifikasi Statistik), sampai di Garut dengan pengawalan jajaran pimpinan BPS Provinsi Jawa Barat yang bergabung mulai dari kawasan Nagrek.
Bambang Suyatno, Kepala BPS Kabupaten Garut, mendampingi tim memantau pencacahan di Desa Ranca Balong, Kecamatan Tarogong. Secara umum pendataan berjalan lancar, namun ada beberapa yang harus ditingkatkan, terutama probing untuk menjaring seluruh komoditas yang diusahakan. Acap kali Adi Lumaksono dan tim teknis ST2013 membantu petugas dalam menjaring informasi komoditas yang diusahakan responden.
Keesokan harinya, tim berangkat menuju Kabupaten Tasikmalaya dilanjutkan ke Kota Banjar. Di Tasikmalaya tim mengunjungi Desa Banyuasih, Kecamatan Taraju yang merupakan daerah konsentrasi perkebunan. Sedangkan di Kota Banjar. tim menuju Kelurahan Mekarharja yang merupakan daerah konsentrasi tanaman pangan. Jajaran pimpinan BPS Provinsi Jawa Barat menghantar tim hingga perbatasan wilayah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), di mana Tim BPS Provinsi Jawa Tengah telah menanti rombongan. Di bawah Gapura Kujang upacara serah terima secara sederhanapun dilakukan.
Goncangan yang cukup kuat membuat perut mual menemani di sepanjang jalan Provinsi Jateng. Pagi harinya, tim didampingi oleh Gunawan, Kepala BPS Kabupaten Banyumas, menuju Desa Papringan, Kecamatan Banyumas yang merupakan wilayah konsentrasi peternakan. Tim teknis menggali informasi mengenai fenomena turunnya jumlah sapi dan kerbau saat ini dibandingkan di tahun 2011. dari hasil pantauan didapat informasi yang membenarkan fenomena dimaksud.