Angka Tetap
  • Jumlah Usaha Pertanian Subsektor Tanaman Pangan Hasil pencacahan lengkap Sensus Pertanian 2013 diperoleh jumlah rumah tangga usaha pertanian subsektor tanaman pangan di Indonesia sebesar 17 728 185 rumah tangga. Dibandingkan tahun 2003 jumlah tersebut mengalami penurunan sebanyak 979 867 rumah tangga, perusahaan pertanian berbadan hukum di subsektor pertanian tanaman pangan sebesar 112 perusahaan, dibandingkan tahun 2003 mengalami kenaikan sebanyak 25 perusahaan, dan usaha lainnya pada subsektor pertanian tanaman pangan sebesar 1 328 usaha.
  • Jumlah Usaha Pertanian Subsektor Hortikultura Hasil pencacahan lengkap Sensus Pertanian 2013 diperoleh jumlah rumah tangga usaha pertanian subsektor hortikultura di Indonesia sebesar 10 602 147 rumah tangga. Dibandingkan tahun 2003 jumlah tersebut mengalami penurunan sebanyak 6 335 470 rumah tangga, perusahaan pertanian berbadan hukum di subsektor pertanian tanaman pangan sebesar 191 perusahaan, dibandingkan tahun 2003 mengalami penurunan sebanyak 34 perusahaan, dan usaha pertanian lainnya pada subsektor pertanian hortikultura sebesar 1 464 unit.
  • Jumlah Usaha Pertanian Subsektor Perkebunan Hasil pencacahan lengkap Sensus Pertanian 2013 diperoleh jumlah rumah tangga usaha pertanian subsektor perkebunan di Indonesia sebesar 12 770 090 rumah tangga. Dibandingkan tahun 2003 jumlah tersebut mengalami penurunan sebanyak 1 358 449 rumah tangga, perusahaan pertanian berbadan hukum di subsektor perkebunan sebesar 2 216 perusahaan, dibandingkan tahun 2003 mengalami kenaikan sebanyak 354 perusahaan, dan usaha pertanian lainnya pada subsektor perkebunan sebesar 1 461 usaha.
  • Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian Subsektor Peternakan

    Angka tetap hasil pencacahan lengkap ST2013 di Indonesia menunjukkan bahwa jumlah usaha pertanian di subsektor peternakan sebanyak 12 969 210 usaha dikelola rumah tangga, 629 usaha dikelola perusahaan pertanian berbadan hukum, dan 2 247 usaha dikelola usaha pertanian lainnya.

    Dibandingkan dengan hasil ST2003, jumlah usaha peternakan yang dikelola rumah tangga mengalami penurunan sebanyak 5 626 614 rumah tangga dan usaha yang dikelola perusahaan berbadan hukum mengalami kenaikan sebanyak 154 perusahaan.






    Provinsi yang mengalami pertumbuhan terbesar untuk rumah tangga usaha peternakan berada di Provinsi .... yaitu sebesar ... persen. Kemudian pertumbuhan terbesar untuk perusahaan peternakan berbadan hukum berada di Provinsi .... yaitu sebesar ... persen. Sedangkan pertumbuhan terbesar untuk usaha peternakan lainnya berada di Provinsi ... yaitu sebesar ... persen.

  • Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian Subsektor Perikanan

    Angka tetap hasil pencacahan lengkap ST2013 di Indonesia menunjukkan bahwa jumlah usaha pertanian di subsektor perikanan sebanyak 1 975 233 usaha dikelola rumah tangga, 394 usaha dikelola perusahaan pertanian berbadan hukum, dan 989 usaha dikelola usaha pertanian lainnya.

    Dibandingkan dengan hasil ST2003, jumlah usaha perikanan yang dikelola rumah tangga mengalami penurunan sebanyak 514 448 rumah tangga dan usaha yang dikelola perusahaan berbadan hukum mengalami penurunan sebanyak 237 perusahaan.







    Provinsi yang mengalami pertumbuhan terbesar untuk rumah tangga usaha perikanan berada di Provinsi .... yaitu sebesar ... persen. Kemudian pertumbuhan terbesar untuk perusahaan perikanan berbadan hukum berada di Provinsi .... yaitu sebesar ... persen. Sedangkan pertumbuhan terbesar untuk usaha perikanan lainnya berada di Provinsi ... yaitu sebesar ... persen.

  • Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian Subsektor Kehutanan

    Angka tetap hasil pencacahan lengkap ST2013 di Indonesia menunjukkan bahwa jumlah usaha pertanian di subsektor kehutanan sebanyak 6 782 885 usaha dikelola rumah tangga, 678 usaha dikelola perusahaan pertanian berbadan hukum, dan 968 usaha dikelola usaha pertanian lainnya.

    Dibandingkan dengan hasil ST2003, jumlah usaha kehutanan yang dikelola rumah tangga mengalami penurunan sebanyak 45 052 rumah tangga dan usaha yang dikelola perusahaan berbadan hukum mengalami penurunan sebanyak 52 perusahaan.






    Provinsi yang mengalami pertumbuhan terbesar untuk rumah tangga usaha kehutanan berada di Provinsi .... yaitu sebesar ... persen. Kemudian pertumbuhan terbesar untuk perusahaan kehutanan berbadan hukum berada di Provinsi .... yaitu sebesar ... persen. Sedangkan pertumbuhan terbesar untuk usaha kehutanan lainnya berada di Provinsi ... yaitu sebesar ... persen.

  • Tanaman Pangan Padi

    Usaha Subsektor Tanaman Pangan meliputi usaha tanaman padi dan palawija. Berdasarkan hasil ST2013 diketahui bahwa rumah tangga tanaman pangan di Indonesia didominasi oleh rumah tangga yang mengelola tanaman padi. Jumlah rumah tangga usaha tanaman padi di Indonesia pada tahun 2013 sebanyak 14 147 942 rumah tangga, atau mengalami penurunan sebanyak 58 413 rumah tangga (-0,41 persen) dibandingkan tahun 2003.

    Sedangkan perusahaan pertanian berbadan hukum di Indonesia yang melakukan pengelolaan tanaman padi ada sebanyak 106 perusahaan, mengalami kenaikan sebanyak 37 perusahaan (53,62 persen ) dibandingkan tahun 2003.

  • Tanaman Pangan Palawija

    Hasil ST2013, banyaknya rumah tangga usaha tanaman palawija di Indonesia pada tahun 2013 sebanyak 8 624 243 rumah tangga, atau mengalami penurunan sebanyak 2 317 676 rumah tangga (-21,18 persen) dibandingkan tahun 2003. Dan jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Indonesia yang melakukan pengelolaan tanaman palawija ada sebanyak 6 perusahaan, jumlah tersebut mengalami penurunan sebanyak 12 perusahaan (-66,67 persen) dibandingkan tahun 2003.

  • Petani Pengguna Lahan

    Rumah tangga pertanian pengguna lahan dapat digolongkan ke dalam dua kelompok besar, yaitu rumah tangga petani gurem (rumah tangga usaha pertanian pengguna lahan yang menguasai lahan kurang dari 0,50 hektar) dan rumah tangga bukan petani gurem (rumah tangga usaha pertanian pengguna lahan yang menguasai lahan 0,50 hektar atau lebih). Hasil ST2013 menunjukkan bahwa jumlah rumah tangga pengguna lahan di Indonesia pada tahun 2013 sebanyak 25 751 267 rumah tangga, dengan jumlah rumah tangga pertani gurem sebanyak 14 248 864 rumah tangga .

  • Sapi dan Kerbau

    Jumlah sapi dan kerbau pada 1 Mei 2013 di Indonesia tercatat sebanyak 14 237 443 ekor, terdiri dari 12 689 939 ekor sapi potong, 437 984 ekor sapi perah, dan 1 109 520 ekor kerbau. Jumlah sapi dan kerbau betina lebih lebih banyak bila dibandingkan dengan jumlah sapi dan kerbau jantan. Hasil ST2013 menunjukkan bahwa jumlah sapi dan kerbau betina adalah sebanyak 9 619 835 ekor dan jumlah sapi dan kerbau jantan sebanyak 4 617 608 ekor.

    Provinsi dengan jumlah sapi dan kerbau terbanyak adalah Provinsi Jawa Timur, yaitu sebanyak 3 837 734 ekor. Sedangkan Provinsi DKI Jakarta adalah provinsi dengan jumlah sapi dan kerbau paling sedikit (4 997 ekor).

  • Rata-rata luas lahan yang dikuasai per rumah tangga

    Lahan pertanian merupakan salah satu modal dalam usaha di bidang pertanian. Berdasarkan hasil ST2013, rata-rata luas lahan pertanian yang dikuasai oleh rumah tangga usaha pertanian di Indonesia mengalami mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan hasil ST2003. Rata-rata luas lahan yang dikuasai per rumah tangga hasil ST2013 adalah 8 925,64 m², dengan rata-rata luas lahan pertanian yang dikuasai oleh rumah tangga usaha pertanian adalah sebesar 8 581,19 m², naik sebesar 144,51 persen dibandingkan hasil ST2003 yang tercatat sebesar 3 509,59 m².

  • Pendapatan Petani

    Hasil ST2013 di Indonesia banyaknya rumah tangga pertanian yang mempunyai sumber pendapatan utama dari usaha tanaman padi dan palawija ada sebanyak 8 606 316 rumah tangga, hortikultura 1 254 599 rumah tangga, perkebunan 4 721 105 rumah tangga, peternakan 960 773 rumah tangga, perikanan 670 279 rumah tangga, kehutanan 256 363 rumah tangga, dan jasa pertanian 84 280 rumah tangga.

    Pada usaha padi dan palawija, jumlah rumah tangga di Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi yang paling banyak dibandingkan provinsi lainnya, yaitu sebesar 1 917 572 rumah tangga.

  • 17 728 185 rumah tangga
    Rumah Tangga Usaha Pertanian Tanaman Pangan
    -5,24 persen
    Perubahan Ruta Usaha Pertanian Tanaman Pangan
    28,74 persen
    Perubahan Perusahan Pertanian Tanaman Pangan
    1 328 unit
    Usaha Pertanian Lainnya
  • 10 602 147 rumah tangga
    Rumah Tangga Usaha Pertanian Hortikultura
    -37,40 persen
    Perubahan Ruta Usaha Pertanian Hortikultura
    -15,11 persen
    Perubahan Perusahan Pertanian Hortikultura
    1 464 unit
    Usaha Pertanian Lainnya
  • 12 770 090 rumah tangga
    Rumah Tangga Usaha Pertanian Perkebunan
    -9,61 persen
    Perubahan Rumah Tangga Usaha Pertanian Perkebunan
    19,01 persen
    Perubahan Perusahan Pertanian Perkebunan
    1 461 unit
    Usaha Pertanian Lainnya
  • 12 969 210 rumah tangga
    Rumah Tangga Usaha Peternakan
    -30,26 persen
    Pertumbuhan Rumah Tangga Usaha Peternakan
    629 perusahaan
    Perusahaan Peternakan Berbadan Hukum
    32,42 persen
    Pertumbuhan Perusahaan Peternakan Berbadan Hukum
  • 1 975 233 rumah tangga
    Rumah Tangga Usaha Perikanan
    -20,66 persen
    Pertumbuhan Rumah Tangga Usaha Perikanan
    394 perusahaan
    Perusahaan Perikanan Berbadan Hukum
    -37,56 persen
    Pertumbuhan Perusahaan Perikanan Berbadan Hukum
  • 6 782 885 rumah tangga
    Rumah Tangga Usaha Kehutanan
    -0,66 persen
    Pertumbuhan Rumah Tangga Usaha Kehutanan
    678 perusahaan
    Perusahaan Kehutanan Berbadan Hukum
    -7,12 persen
    Pertumbuhan Perusahaan Kehutanan Berbadan Hukum
  • 14 147 942 rumah tangga
    Rumah tangga pertanian padi
    -0,41 persen
    Persentase pertumbuhan rumah tangga pertanian padi dari 2003 ke 2013
    106 perusahaan
    Jumlah perusahaan pertanian padi berbadan hukum
    53,62 persen
    persentase pertumbuhan perusahaan pertanian padi berbadan hukum dari 2003 ke 2013
  • 8 624 243 rumah tangga
    Rumah tangga pertanian palawija
    -21,18 persen
    Persentase pertumbuhan rumah tangga pertanian palawija dari 2003 ke 2013
    6 perusahaan
    Perusahaan pertanian pengelola tanaman palawija
    -66,67 persen
    Persentase pertumbuhan perusahaan pertanian palawija dari 2003 ke 2013
  • 25 751 267 rumah tangga
    Jumlah rumah tangga pertanian pengguna lahan
    14 248 864 rumah tangga
    Jumlah rumah tangga pertanian Gurem
    -15,35 persen
    Persentase pertumbuhan rumah tangga pertanian pengguna lahan dari 2003 ke 2013
    -25,07 persen
    Persentase pertumbuhan rumah tangga Pertanian Gurem dari 2003 ke 2013
  • 14 237 443 ekor
    Jumlah sapi dan kerbau
    12 689 939 ekor
    Jumlah sapi potong
    437 984 ekor
    Jumlah sapi perah
    1 109 520 ekor
    Jumlah kerbau
  • 8 925,64
    Rata-rata luas lahan yang dikuasai
    1 989,06
    Rata-rata luas lahan pertanian lahan sawah
    6 592,14
    Rata-rata luas lahan pertanian bukan lahan sawah
    344,45
    Rata-rata luas lahan bukan pertanian
  • 8 606 316 rumah tangga
    Sumber pendapatan utama: padi dan palawija
    960 773 rumah tangga
    Sumber pendapatan utama: peternakan
    26 561,08 ribu rupiah
    Rata-rata pendapatan rumah tangga pertanian setahun
    12 413,92 ribu rupiah
    Rata-rata pendapatan sektor pertanian
Wilayah
Telusuri berdasarkan wilayah
Tabel
Telusuri berdasarkan topik tabel
Perbandingan
Perbandingan antar wilayah
Grafik Sensus Pertanian 2013 Indonesia
Variabel
  • Subsektor Pertanian
  • Ruta Pengguna Lahan dan Gurem
  • Jumlah Sapi/Kerbau
Variabel
  • Rumah Tangga Pertanian
  • Perusahaan Pertanian
  • Rumah Tangga Petani Gurem
  • Jumlah Sapi/Kerbau
  • Jasa Pertanian
  • Pengolahan Hasil Pertanian
Legenda
Warna:          
Tampilkan Label